Mengubah potensi kawasan UNESCO — dari Geopark, Cagar Biosfer, World Heritage, ICH, hingga UCCN — menjadi mesin ekonomi nasional terkelola melalui sistem IGPOS.
Seleksi produk berasal dari PLUT (Pusat Layanan Usaha Terpadu), mengakses desa melalui jalur Dewis · Dedi · Desi.
Kawasan UNESCO Indonesia memiliki potensi luar biasa namun belum terkonversi menjadi nilai ekonomi terstruktur karena rantai nilai yang terfragmentasi.
Setiap kawasan memiliki karakter produk dan potensi pasar berbeda. Geoproduct dikurasi sesuai tipologi kawasan asal.
Kawasan dengan warisan geologi (Geoheritage) yang memiliki signifikansi internasional. Produk unggulan berbasis batuan, mineral, kuliner endemik, dan kearifan lokal geologi.
Contoh Indonesia:
Geoproduct Tipikal:
Kopi Kaldera, Garam Batur, Batik motif geodinamika, Kuliner berbasis bahan endemik lokal
Kawasan konservasi ekosistem dengan zona inti, penyangga, dan transisi. Produk berbasis keanekaragaman hayati, tanaman obat, hasil hutan non-kayu, dan agrikultur ramah lingkungan.
Contoh Indonesia:
Geoproduct Tipikal:
Herbal & biofarmaka, Teh endemik hutan, Madu liar bersertifikat, Produk lebah hutan tropis
Warisan budaya/alam dengan nilai universal luar biasa (Outstanding Universal Value). Produk mengandung narasi sejarah peradaban, arsitektur, dan tradisi hidup yang unik.
Contoh Indonesia:
Geoproduct Tipikal:
Beras subak organik, Garam tradisional, Kain tenun heritage, Kuliner ritual berbasis tradisi
Warisan budaya tak benda: seni pertunjukan, tradisi lisan, pengetahuan alam, kerajinan tradisional. Produk merupakan kristalisasi keahlian budaya yang diwariskan lintas generasi.
Contoh Indonesia:
Geoproduct Tipikal:
Batik khas daerah, Wayang & kerajinan tangan, Jamu tradisional, Tenun ikat daerah spesifik
Kota dengan ekosistem industri kreatif unggulan (desain, kuliner, musik, dll). Produk mencerminkan identitas kreatif kota dan inovasi budaya kontemporer.
Contoh Indonesia:
Geoproduct Tipikal:
Produk desain lokal, Fashion etnik kontemporer, Kuliner kreatif berbasis bahan lokal, Kerajinan art-craft
Produk dari kelima kategori kawasan UNESCO diseleksi via PLUT dan masuk ke dalam sistem sertifikasi IGPOS yang seragam.
Sistem end-to-end dari identifikasi produk di lapangan hingga siap masuk pasar global. Tim bertugas mengorkestrasi seluruh rantai nilai ini.
Pusat Layanan Usaha Terpadu sebagai gerbang seleksi pra-kurasi. Tim menerima hasil seleksi dari PLUT.
Tiga jalur akses ke desa: Dewis (Wisata), Dedi (Digital), Desi (Presisi).
Verifikasi: Storytelling, Kualitas Premium, Endemik & Originalitas + kriteria internasional UNESCO.
Origin Protection, Territorial IP, dan label Geoproduct resmi diterbitkan.
Masuk UNESCO Global Marketplace — antar UGGp, Biosphere, World Heritage secara internasional.
Desa Wisata
Program Kemenparekraf untuk pengembangan desa wisata terpadu. Jalur utama identifikasi produk dengan nilai daya tarik wisata dan pengalaman budaya.
Potensi Geoproduct:
Paket pengalaman + produk oleh-oleh premium berbasis kearifan wisata lokal
Desa Digital
Program Kominfo untuk transformasi digital desa. Jalur digitalisasi rantai pasok, traceability produk, dan pemasaran online Geoproduct ke pasar global.
Peran dalam IGPOS:
Sistem traceability QR, platform e-commerce, dan digitalisasi sertifikat asal produk
Desa Presisi
Program IPB untuk pertanian presisi berbasis data di desa. Menjamin standar kualitas produk agrikultur dan pangan endemik yang memenuhi syarat ekspor.
Peran dalam IGPOS:
Standarisasi mutu produk pangan, verifikasi kualitas, dan dokumentasi proses produksi
Tiga pilar utama dari tim KNIU, diperkuat dengan standar internasional UNESCO Global Geopark Network dan GEO-6 Framework.
Geoproduct bukan sekadar produk fisik — nilai utamanya terletak pada ceritanya. Produk harus mampu mengisahkan sejarah pembentukan bumi (Geoheritage), kekayaan biodiversitas, dan jalinan budaya masyarakat setempat.
Produk harus terstandar dan melewati kurasi ketat. Kualitas material, pengemasan, presentasi, hingga layanan pasca-jual harus merepresentasikan kelas ekspor premium.
Produk harus memiliki DNA spesifik dari kawasan tersebut dan tidak dapat ditemukan di tempat lain. Mendapat perlindungan asal (Origin Protection) sebagai Hak Kekayaan Intelektual Teritorial.
Standar dari UNESCO Global Geopark Network (GGN), GEO-6 Framework, dan praktik terbaik Geoproduct global yang wajib dipertimbangkan tim kurasi.
Proses produksi tidak merusak ekosistem kawasan. Menggunakan bahan baku yang dipanen/diproduksi secara berkelanjutan, sesuai kapasitas daya dukung lingkungan.
Referensi: UNESCO GGN Guideline §4.2 — Environmental Sustainability
Produksi melibatkan masyarakat asli kawasan sebagai produsen utama. Distribusi manfaat ekonomi langsung ke komunitas, bukan hanya pengusaha luar kawasan.
Referensi: UNESCO MAB — Community Participation Framework
Produk harus memiliki kaitan yang jelas dan terverifikasi dengan nilai utama kawasan (Geoheritage, biodiversitas, atau budaya intangible) — bukan sekadar "produk dari daerah sekitar".
Referensi: UNESCO WHC — OUV Attribution Criteria
Sistem pelacakan dari hulu ke hilir: dari sumber bahan baku, proses produksi, hingga distribusi. Produk harus dapat diverifikasi asal-usulnya secara digital (QR code, blockchain-ready).
Referensi: UNCTAD — Origin Verification & GI Standards
Label wajib mencantumkan: nama kawasan UNESCO, nomor sertifikat IGPOS, klaim endemik/origin, dan kode verifikasi. Desain kemasan mencerminkan identitas kawasan secara visual.
Referensi: EU Protected Designation of Origin (PDO/PGI) Standards
Produk berfungsi sebagai medium edukasi, membawa pesan konservasi dan geo-literacy kepada konsumen. Termasuk materi pendamping (booklet, QR-link, narasi) yang memperkuat literasi kawasan.
Referensi: UNESCO Geopark — Education & Outreach Mandate
* K1–K3 wajib lolos (hard criteria). K4–K9 sebagai nilai tambah dan penentu tier sertifikasi (Silver / Gold / Platinum).
Setelah tersertifikasi IGPOS, Geoproduct Indonesia memasuki jejaring perdagangan eksklusif antar kawasan UNESCO di seluruh dunia.
Jalur distribusi langsung antar 169 UGGp, 738 Biosphere Reserve, 900+ World Heritage, dan 66 Creative Cities secara internasional.
Hanya produk otentik tersertifikasi IGPOS yang dapat masuk jejaring ini. Menciptakan barrier to entry yang melindungi nilai premium Geoproduct Indonesia.
Geoproduct dari Kaldera Toba dijual di Jeju Geopark Korea; produk Cibodas Biosphere di Bialowieza Forest Polandia — dan sebaliknya. Diplomasi ekonomi berbasis warisan.
Model yang direplikasi ke 16 UGGp Indonesia dan seluruh kawasan UNESCO lainnya, menciptakan ekosistem ekspor yang sistematis dan terukur.
Menghubungkan nilai ekonomi, edukasi, & konservasi lintas batas negara
Sumatera Utara
Kopi Batak · Ulos · Kuliner Batak
Bali
Garam Batur · Kopi Kintamani · Batik
Jawa Barat
Teh Puncak · Herbal · Madu Hutan
Bali
Beras Subak · Garam Tradisional
Jawa Barat
Fashion Kreatif · Produk Desain Lokal · Art-Craft · Kuliner Inovatif
UGGp Ciletuh, Raja Ampat, Maros-Pangkep · Cagar Biosfer Siberut, Komodo · WH Borobudur, Prambanan, Sangiran...
Roadmap Ekspansi Fase 2Sistem IGPOS dirancang untuk menghasilkan tiga nilai sekaligus — bukan trade-off melainkan sinergi.
UMKM naik kelas, ekspor premium, pertumbuhan kawasan
Kekuatan HKI, perlindungan asal, diplomasi budaya
Konservasi aktif, produksi berkelanjutan, ekosistem terjaga